Movie Review: The Doll 2

The Doll 2
(Luna Maya, Herjunot Ali)

5,5/10

IMG_5746

Film The Doll 2 ini bagaikan nano-nano, ramai rasanya, tapi nano-nanonya basi karena rasanya nggak enak. The Doll 2 seperti kebingungan hendak menentukan genre horor apa sebenarnya film ini. Cerita diawali dengan adegan horor yang heboh. Lalu cerita disambung dengan horor misteri, lalu muncul adegan cerita horor klenik, tiba-tiba ceritanya berubah menjadi horor gory yang berdarah-darah. Kemudian mendekati ending, ceritanya malah jadi drama. Sambung menyambung cerita kayak selembar kain yang ditambal dengan berbagai kacam kain perca membuat film ini jadi terlihat aneh.

Dan yang menambah buruk, banyak adegan dan cerita yang ‘terinspirasi’ oleh film-film lain (kalau saya tulis ‘menyontek’, ntar saya dibilang terlalu nyinyir. Ya sudah pakai istilah terinspirasi saja lah). Okey, saya sebut satu per satu ya: The Conjuring, Insidious, Saw, The Grudge, Scream, The Exorcist, Annabelle, dll, dsb, endesbra, endesbre.

Seperti belum cukup buruk, film maker harus pula menambah lagi keanehan ceritanya. Pada satu titik dalam film ini, ketika penonton berpikir ceritanya sudah nyaris tamat, ternyata tidak, penderitaan penonton masih berlanjut… lama… banget… Endingnya dipanjang-panjangin, penjahatnya tidak kunjung mati walau sudah berdarah-darah. Ya ala-ala film India lah.

Oh ya, musik kaget-kagetan dan musik yang melengking tinggi di film ini cukup mengganggu dan sebenarnya tidak penting. Kalau saja filmmakernya serius menangani cerita dan elemen lain dalam film ini yang sebenarnya sudah punya modal sangat baik untuk digarap menjadi film horor yang benar-benar seram, film ini pasti tereksekusi menjadi film horor yang baik. Sayangnya hal tersebut tidak terjadi. Malahan filmmaker terlalu sibuk mengagetkan penonton dengan musik yang super heboh dan membuat penonton bernostalgia dengan film-film horor hollywood lainnya.

Meskipun begitu, The Doll 2 masih lumayan lah dibandingkan film Danur yang tidak ada seram-seramnya itu. Paling tidak kamu pasti akan berjengit dan menaikkan alis mata melihat beberapa adegan sadis dalam film ini.

O yah, akting Luna Maya lumayan believable dalam film ini. Dan finally (I cannot believe I’m saying this), akting lebay Herjunot Ali agak berkurang disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s