Movie Review: Everest

Rating : 7/10

IMG_2297.JPG

Based on a true story.
Harusnya ditambahi lagi dengan embel-embel: without over dramatize, try to focus on the truth but still redundant with stupid acting character. Well, not all of them, but still annoying big time.

Everest terlihat sangat berusaha untuk tidak menjual drama nggak masuk akal yang biasanya melibatkan karakter-karakter over acting yang beraksi superhero atau super sedih, dan super paranoid, serta super urakan.

Ceritanya berjalan dengan smooth. Dan seperti yang saya sebutkan di atas, para aktor berusaha menjaga integritas akting mereka sebagai pendaki yang benar-benar real, sehingga tidak ada over dramatisir yang dibuat-buat. Kekuatan film ini, selain no over dramatized, adalah lumayan detilnya perjalanan step-by-step para pendaki untuk naik dan turun Mount Everest, sehingga membuat ceritanya terasa real. Landscape Everestnya? Breathtaking! (Well, aku jarang nonton film genre mountain climbing, jadi menurutku gambar-gambar Mount Everest di film ini sangat indah). Dan jangan lupa klimaksnya yang sangat heartbreaking, yaitu saat Rob menelepon Jan. it’s so sad. I like this movie becos of this scene.

Tapi ya tetap aja ada satu dua karakter bodoh, yang selalu muncul di film-film seperti ini, yang membuat ceritanya repeated seperti film-film lain, agak redundant, dan fail. No spoiler ya, jadi saya nggak mungkin disclose disini karakter yang mana yang saya maksud. Yang pasti ni orang cuma mikirin naik ke puncak Everest karena ingin sukses naik ke puncak doang, dan bisa dibanggain sama warga di kampungnya, tanpa mikirin keselamatannya dan yang terpenting keselamatan orang lain.
Ketika sebuah agen wisata naik gunung Everest mengadakan Mount Everest Climbing, aku rasa segala sesuatu sudah diperhitungkan, termasuk yang paling utama yaitu keselamatan para pendaki. Human error atau kesalahan sekecil apapun, apalagi kesalahan yang hanya disebabkan oleh nafsu yang termasuk kebodohan, nggak akan mungkin terjadi dan nggak mungkin termaafkan. Well, kenyataannya, kesalahan bodoh seperti ini selalu berulang di film-film Hollywood. What the…

IMG_2296-0.JPG

I like this movie, but don’t love it. Everest menjadi pemuas dahaga bagi pecinta film mountain climbing yang memang jarang dibuat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s