Movie Review: Assalamualaikum Beijing

7/10

IMG_1512.JPG

Awalnya saya sempat ragu dengan film ini yang memajang poster sama seperti film Perempuan Berkalung Sorban. Kedua film ini sama-sama memiliki poster Revalina yang wajahnya di close up dan memakai kerudung, membuat saya trauma melihatnya karena Perempuan Berkalung Sorban penuh dengan propaganda neolib.

Tapi ternyata, Assalamualaikum Beijing jauh dari neolib.

Film bercerita tentang seorang muslimah bernama Asma yang memutuskan untuk tinggal dan bekerja di Beijing sebagai koresponden media Indonesia, setelah membatalkan rencana pernikahannya karena calon suaminya ketahuan selingkuh.
Di Beijing Asma bertemu dengan cowok lokal yang membuat Asma klepek-klepek.

Satu-satunya alasan saya memberi nilai 7 pada film ini, bukan 6, karena karakter Asma yang ditampilkan sangat realistis seperti kebanyakan muslimah yang saya kenal, yaitu kuat, tegar, mandiri, tidak cengeng, dan pintar. Karakter muslimah seperti ini sangat jarang saya lihat ditampilkan di film-film lokal sebelumnya. Bravo buat penulis novelnya, Asma Nadia.

Film ini pun gak melulu berkisah tentang cinta-cintaan yang cengeng. Asma bukan perempuan yang sibuk mencari jodoh seperti film-film islami lainnya, seolah-olah menikah adalah tujuan utama dalam hidup. Jodoh Asma datang dengan sendirinya seiring dengan sifat Asma yang tawakkal dan bersabar.

Aspek positif lainnya di film ini adalah, tidak ada over dramatisir. Asma yang dikisahkan … (No Spoiler), penulis tidak menjadikan momen tersebut sebagai penguras air mata penonton. Malah Asma dibiarkan berjuang dan bangkit kembali walau tak bisa seperti semula.

Kekurangan yang saya rasakan ada pada judul Beijing itu sendiri. Beijing ditampilkan di layar dengan rasa yang generik. Tak ada bedanya Beijing di film ini dengan Beijing yang ditampilkan di acara jalan-jalan di televisi. Harusnya pengalaman di Beijing dapat membawa perkembangan karakternya si Asma, bukan cuma sekedar gambar-gambar indah kota Beijing.

IMG_1513.JPG

Overall, saya rekomendasi film Assalamualaikum Beijing kepada semua orang, apapun agamanya, supaya bisa mengenal seperti apa karakter muslimah yang sebenarnya. Syukurlah film ini bisa mewakilinya.

Advertisements

4 thoughts on “Movie Review: Assalamualaikum Beijing

  1. Nah kalo ini emang wajib ditonton. Gak nyibir, nyinyir atau satir. Petaka buat Hanung adalah ketika kebenciannya terhadap Islam, dan kecintaaannya pada Neolib dan Islam Liberal membuatnya senjata makan tuan. Lihat aja film2 Hanung mulai gak laku. Terakhir, Soekarno film pahlawan besar yang kalah sama pelem 2 anak kecil kemarin sore berjudul 99 Cahaya di Eropa dan pelem Buyahamka pujangga besar Tenggelamnya Van derWijk.

    1. Bener mba,
      Film ini sangat positif dan saya berharap film dengan tema positif seperti ini banyak diproduksi.
      Buat apa bikin film yang tujuannya untuk menyudutkan agama dan pemeluk islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s