Movie Review: Tabula Rasa

8/10

BfX9pm_CAAAZdyr

For those who are constantly complaining about how cinemas filled with stupid Indonesian horror movies, they need to watch this movie. Film ini punya pesan yang kuat, dan banyak, namun disajikan dengan sederhana, yaitu melalui masakan padang. Ajaibnya lagi, seluruh scene, setting, acting pemain, dan dialog dalam film ini sangat sederhana namun sarat makna, dan yang paling penting, sangat nendang. Ibaratnya masakan, ingredient nya mudah didapat, namun diracik dengan tepat sehingga rasanya ajib. Dan terjadilah pengelaman saya sepanjang ini, saya tertawa, terharu, tergugah, sedih, dan gembira dalam masa yang bersamaan.

Yang paling saya suka dari film ini adalah (walaupun saya sudah sering melihatnya di film lain) mereka membuat scene yang sederhana menjadi sarat makna. Contohnya bagaimana Uda Parmanto menangis tersedu ketika makan nasi dengan lauk gulai kepala ikan yang mengingatkannya akan kampung halamannya di Sumatera Barat. Kemudian ada lagi dialog sederhana yang biasa kita lakukan sehari-hari, begitu diangkat ke dalam film ini yaitu dialog antara Hans dan Natsir, atau Natsir dengan Amak, dll terasa sangat lucu dan menghibur, dan menunjukkan keakraban yang apa adanya di antara teman. Apalagi ditampilkan dalam bahasa padang, nilainya menjadi plus plus plus .

Namun scene yang paling saya suka, dan saya bersyukur scene ini pernah dibuat di film Indonesia dan saya berkesempatan menontonnya di bioskop, adalah scene ketika Hans pertama kali makan nasi dengan lauk gulai kepala ikan kakap. Ekspresi Jimmy Kobagau sangat genuine, scene itu sangat mengharukan, yet sangat sederhana, I just love it so much.

Yang juga sangat jenius dari filmmaker nya, mereka memotong habis tak berbekas masa-masa Hans terkena cedera kaki hingga menjadi gelandangan di Jakarta. Mereka sadar penonton gak butuh kisah yang mengundang simpati haru biru khas sinetron.

To cut a slack, Tabula Rasa IMHO is the best Indonesian Film in years, and I believe years to come. Film ini adalah salah satu film terpenting yang pernah dibuat di Indonesia, dan yang terbaik yang saya tonton bertahun-tahun setelah terakhir kali nonton film sebagus ini, yaitu Pasir Berbisik.

Satu hal saja yang menghalangi saya memberikan nilai 9 kepada film ini adalah filmmaker yang cukup stereotyped. Orang padang mesti buka restoran padang, orang papua diasosiasikan pandai sepak bola, while in fact orang padang dan orang papua banyak yang menjadi PNS, pengusaha, pedagang, artis, penulis, wartawan, dsb.

tabularasa-4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s