Movie Review: Soekarno The Movie Extended Version

6/10 soekarno-131224c Biasanya extended version tu 3 atau 4 jam, tapi ini cuma 2.5jam, what the…???

Soekarno adalah sosok yang legendaris dan dikenal di seluruh dunia. Biopic tentang Soekarno seharusnya menjadi sangat penting dan digarap dengan serius dan penuh harapan. Sayangnya di film ini, yang kelihatan serius cuma pemain film nya aja. Selama durasi 2.5 jam, saya merasa gak mendapatkan feel apapun tentang diri Soekarno sebagai seorang proklamator Indonesia, presiden pertama Indonesia, dan pendiri bangsa ini.

Hanung seperti mempadatkan kisah hidup Soekarno dari kecil sampai menjadi proklamator seefektif dan efisien mungkin, hingga melupakan transfer emotion dan feeling tentang diri Soekarno dari Hanung ke penonton. Yang ada penonton disuguhi jalan hidup Soekarno sebanyak mungkin yang berlomba-lomba dengan durasi film. Emosi dan perasaan Soekarno sebagai seorang pahlawan tak berbekas di hati saya sebagai penonton dan anak bangsa. Adegan Soekarno berpidato terasa kosong tak berisi, hanya tertolong oleh akting Ario Bayu yang berapi-api. Bahkan di beberapa scene Soekarno seperti terlihat lemah di hadapan penjajah jepang, dan justru malah tokoh Sjahrier yang diperankan Tanta Ginting yang lebih condong ke rakyat dibandingkan Soekarno.

Dan i don’t know, but saya merasa Hanung memilih adegan-adegan mungkin sangat penting artinya dalam sejarah Indonesia namun Hanung mengcapture-nya tanpa ada emosi dan perasaan sehingga tak berbekas di hati penonton. Dan adegan penyusunan naskah proklamasi yang sangat penting itu diganti dengan adegan tak berdialog diiringi lagu yang dinyanyikan Rossa. Padahal kalau hanung niat, adegan ini bisa menjadi adegan klimaks yang penuh arti. Sayangnya eksekusi oleh Hanung seperti tadi saya sebutkan. Dan jangan berharap bisa menyaksikan adegan proklamasi yang lengkap dan utuh ya, karena gak disajikan di film ini.

Tentu saja, hanung tak lupa untuk memasukkan pesan pluralisme seperti biasanya, kali ini pada adegan debat mengenai Pancasila. Bahkan hanung harus membuat Soekarno bersalaman dengan kyai berjenggot putih panjang yang menyelamatinya karena sudah mengakomodir penetapan pancasila bagi segala jenis golongan. oalah… (hanung selanjutnya akan membuat film tentang jilbab… sudah jelas kan arahnya kemana…!!!)

Nilai plus film ini ada pada akting pemainnya yang serius (Ario Bayu, Maudy, Tanta Ginting, Tika Bravani), kostum serta setting yang digarap baik. Namun tetap saja, nyawa film juga ada di sutradara dan penulis naskah, dua departemen yang tak bekerja dengan baik di film ini. Saya berharap akan dibuat film Soekarno lainnya yang lebih fokus dan lebih baik daripada film ini, amin. 592x342-film-soekarno-versi-extended-version-akan-tayang-di-bioskop-140702k

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s