RENUNGAN.

NOPE.

THIS IS NOT RENUNGAN.

so. last week, someone asked me (more like forced me) to write something called: RENUNGAN, for the ceremony of 1 decade of bureaucracy reformation in DJP. the problem is, i have never ever in my life, writing a renungan before. so, in the anticipation for writing it, i was googling and found out that renungan is a story that is captivated and moving. that should be easy. so here it is what i wrote.

 

RENUNGAN NAPAK TILAS SATU DEKADE REFORMASI BIROKRASI DI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

 

 

Di sebuah negeri dimana pepohonan dan padi tumbuh dengan subur, ikan-ikan berenang dengan bebas di perairan yang jernih, burung-burung mengepakkan sayap untuk terbang riang di udara yang luas, anak-anak kecil berlari-lari di padang rumput yang hijau, dan hewan ternak mengembik ramai sambil memakan rumput lebat. Para pemimpin negeri tersebut resah, galau memikirkan bagaimana cara  agar rakyatnya bisa terus menikmati kehidupan yang sejahtera dan jauh dari penderitaan. Selama ini rakyat telah membayar pajak dengan sukarela, namun di beberapa sudut negeri timbul bisik-bisik miring mengenai keburukan sang pemimpin dalam mengelola uang pajak yang sudah dibayarkan rakyat.

 Sang pemimpin kemudian mengumpulkan para punggawa negeri untuk mencari penyebab dari permasalahan yang terjadi, sekaligus merumuskan pemecahannya. Salah seorang punggawa berdiri dan mengatakan: yang mulia, banyak terjadi penyimpangan. Punggawa lainnya berkata: ada bisik-bisik buruk di antara rakyat. Sang pemimpin kemudian berdiri dengan tegak di antara para punggawanya sambil mengacungkan telunjuk kanannya: ayo, mari kita merumuskan perubahan.

Maka, tepat pada tanggal 9 September 2002, batu perubahan digulirkan sang pemimpin ke seluruh negeri. Ia merubah tata laksana administrasi perpajakan, pengambilan kebijakan perpajakan, dan melakukan pemetaan rakyatnya yang sudah dan belum membayar pajak. Sang pemimpin menujuk para cendikiawan di penjuru negeri untuk ikut serta merubah citra buruk yang tercipta dari bisik-bisik yang telah lalu merayap di negeri ini.

Seluruh rakyat menyambut gembira perubahan yang diletakkan oleh sang pemimpin. Mereka semua terpacu dan tergugah untuk juga ikut berubah sejalan dengan perubahan yang dilakukan sang pemimpin. Sang pemimpin merasa, bukan saatnya beristirahat. Perubahan harus terus menerus dilanjutkan, tidak boleh berhenti. Karena kebaikan bukanlah untuk dirayakan, namun kebaikan seharusnya untuk dilanjutkan dan diteruskan kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Lalu sang pemimpin mengumpulkan kembali para punggawanya untuk merumuskan perubahan jilid kedua, yang akan meneruskan dasar dari perubahan yang pertama dan memperbaiki apabila masih ada kekurangan disana sini.

Namun, belum-belum perubahan kedua terlaksana, terjadi kehebohan di negeri tersebut. rakyat rupanya menangkap para pecundang yang mencoba menggerogoti sistem perpajakan yang baru diperbaiki. Rakyat meradang, merasa marah. Sang pemimpin pun menjadi sedih, dan kehilangan semkangat.

Namun para punggawa tetap menyemangati sang pemimpin agar tidak mudah menyerah dan tidak putus asa.  Mereka berkata kepadanya: pada sisi putih selalu terdapat noktah hitam, pada sisi hitam selalu terdapat noktah putih. Setiap punggawa di negeri ini akan selalu menjadikan negeri ini tempat yang bersih, dan akan selalu berusaha membuat setiap noktah hitam menjadi sirna. Kita tidak akan pernah berputus asa.

Mari kita satukan hati, pastikan langkah, dan tuntaskan perubahan yang sudah dirumuskan.  

 

after finishing it, i gave the printed version of it to Mr fajar, the one who forced me to do that (based on his story, mr primbang agreed that i should write it becos evidently i have wrote a book. well, if you want to call it a book, be my guest, but it’s not a book book – like when you say a harry potter book or any of ika natassa’s books – my book is a self publishing book that only sold 14 copies so far and people who bought them are my friends, which i suspect they pity me is the reason of them buying the book, so in my opinion, it’s not a real book.)

so, anis is the one who has the task to read it out loud in front of everybody at the ceremony day. so happenedly, he did a little practice in front of me, with a gesture of rhyming it much, so very fucking funny. i couldn’t hold my laugh. he did it with his hand gesture, and body gesture… God… that was terrible.

 

so, mr fajar force me to rewrite it (again) without any drama in it. so here it is the second version:

 

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK meletakkan batu landasan reformasi birokrasi pada tanggal 9 September 2002. Dilaksanakannya reformasi birokrasi dilatarbelakangi oleh lemahnya sistem internal dan manajemen kepegawaian DJP, distorsi informasi mengenai hak dan kewajiban perpajakan, dna kondisi eksternal yang memberi peluang terjadinya KKN. Ketiga alasan inilah yang menyebabkan para pemimpin DJP merumuskan perubahan yang diwujudkan melalui reformasi birokrasi di lingkungan direktorat jenderal pajak.

Tahap pertama reformasi perpajakan memfokuskan target pada reformasi administrasi atau modernisasi, reformasi kebijakan, serta intensifikasi dan ekstensifikasi.

Modernisasi administrasi perpajakan berarti memberikan pelayanan prima dan pengawasan intensif dengan pelaksanaan good governance. Ruang lingkupnya adalah organisasi, proses bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan manajemen SDM yang akan menciptakan good governance. Perwujudannya melalui dibentukanya beberapa kantor pelayanan pajak modern yang simultan dari tahun 2002 hingga tahun 2008.

Reformasi kebijakan dilaksanakan melalui amandemen undang-undang perpajakan. Tujuannya adalah menciptakan iklim investasi yang kompetitif, meningkatkan keseimbangan hak dan kewajiban wajib pajak dan fiskus, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta meningkatkan penerimaan pajak.

Di bidang pengawasan, reformasi perpajakan dilaksanakan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi. Program mapping, sunset policy, dan perbaikan database wajib pajak menjadi senjata yang ampuh dalam menjalan reformasi ini.

Kita menyadari bahwa perubahan tidak bisa berhasil apabila berhenti di tengah jalan. Kontinuitas adalah salah satu kunci dari keberhasilan. Karena itulah dirumuskan program reformasi perpajakan jilid dua yang dimulai pada tahun 2009 sampai tahun 2014 nantinya.

Fokus pada reformasi perpajakan jilid dua ini adalah penciptaan manajemen dan sistem sumber daya manusia yang berintegritas dan berkualitas, serta ditunjang teknologi informasi dan komunikasiyang lebih baik dari sebelumnya. Project-project pada reformasi kedua ini adalah PINTAR, MPN, DASHBOARD, E-LEARNING dan penguatan nilai-nilai budaya organisasi dan leadership.

Kita masih mengingat yel-yel DJP Maju Pasti: Profesionalisme, integritas, teamwork, inovasi. Kini dengan bangganya kita dapat berteriak, kita memiliki nilai-nilai kementerian keuangan, yaitu: integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan dan kesempurnaan.

Kode etik kita sebagai pegawai DJP adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan yang mengikat pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta dalam pergaulan sehari-hari.

Pencapaian-pencapaian yang kita raih dengan dilaksanakannya reformasi birokrasi di lingkungan direktorat jenderal pajak adalah turunnya peringkat DJP sebagai lembaga yang dekat dengan korupsi. Begitu pula dengan index suap di DJP yang jauh di bawah lembaga lainnya. berbagai testimoni kepuasan pun muncul dari berbagai macam kalangan yang menyatakan kegembiraan mereka dengan adanya reformasi birokrasi ini karena telah menunjukkan hasil yang nyata.

Namun, perjuangan ini belum selesai. Perjuangan ini harus terus dilanjutkan. Memang benar telah muncul berbagai macam ombak dan halangan yang merintangi jalannya reformasi ini. Namun kita patut menyimak kalimat berikut ini: pada sisi putih selalu terdapat noktah hitam, pada sisi9 hitam selalu terdapat noktah putih. Pada tempat yang paling bersih sekalipun pasti ada segelintir oknum yang berbuat kerusakan. Pada setiap tempat yang paling rusak pun pasti ada segelintir orang bijak/baik. DJP akan selalu berusaha menjadi tempat yang bersih dan akan selalu berusaha membuat noktah hitam di sisi putih semakin berkurang dan mengecil.

 

Sebagus apapun sistem, integritas manusia di belakang sistem tersebut dalam memegang nilai-nilai merupakan kuncinya. Tapi kita tidak akan pernah putus asa.

SATUKAN HATI, PASTIKAN LANGKAH, TUNTASKAN PERUBAHAN.

 

i finished writing it at 3 pm, handed it to mr fajar and anis, and thank god they hadn’t have the time to edit it. so voilaa, this badass renungan was being read at the ceremony. and for sure, no one paid any attention to it when being read. dunno why, but i suspect that was becos anis have a flu that caused his voice sounded weird. yea, i didn’t care about the renungan either. i wrote it out of carelessness.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s