Pagi di Akhir Bulan November

Pagi itu, pagi di akhir bulan November, akan kukenang selalu, pagi terindah dalam hidupku. Dia baru bangun dari tidurnya, matanya masih terlihat mengantuk akibat tidur terlalu malam. Wajahnya terlihat lelah, dan dia muntah-muntah akibat terlalu banyak minum alkohol malam sebelumnya. Namun dia masih tetap bisa tersenyum padaku yang duduk di bibir tempat tidur, menunggunya, dan melayaninya layaknya kekasih hidupnya. Dia katakan kepadaku bahwa istrinya tak membukakan pintu untuknya karena ia pulang terlalu malam dari diskotik bersama teman-temannya, sehingga ia menginap di kamar kosku.

Kini, aku menatapnya, ia menatapku balik, untuk yang terakhir kalinya dalam hidup kami berdua. Walau maut memisahkan kami akhirnya, tak ada yang dapat mengambil cinta tulusku kepadanya, selamanya.

Advertisements

3 thoughts on “Pagi di Akhir Bulan November

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s